Pengukuran Tanah Malang

Pengukuran Tanah di Malang, Konsultan pemetaan malang, Jasa Pemetaan Malang,
Konsep dasar pemetaan

Pengukuran Tanah Malang – Pemetaan permukaan bumi (topografi) merupakan langkah awal yang dilakukan dalam setiap agenda pembangunan. Topografi merupakan studi tentang bentuk permukaan bumi. Pemetaan topografi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendefinisikan dan memetakan objek-objek di permukaan bumi kedalam sebuah peta dengan skala tertentu. Dalam melakukan pemetaan topografi, terdapat banyak metode yang bisa dilakukan. Salah satu metodenya adalah tachymetri. Tachymetri merupakan pengukuran menggunakan alat optis, elektronis, maupun digital. Prinsip pengukuran tachymetri didasarkan pada kesebangunan segitiga. Pada segitiga yang sebangun, sisi-sisi yang sepihak memiliki nilai sebanding.

Pengukuran Tanah Malang – Tidak seperti pemetaan laut, Pemetaan topografi dalam melakukan pemetaan topografi, perlu adanya pengukuran titik ikat baik horizontal maupun vertikal. Pengukuran titik ikat ini biasanya dilakukan menggunakan GPS (Global Positioning System) karena memiliki ketelitian yang tinggi dan menghasilkan kerangka dasar horizontal maupun vertikal. Selain pengukuran kerangka dasar, perlu dilakukan juga pengukuran titik-titik detail untuk menghasilkan representasi permukaan bumi dan menggambarkan situasi daerah pengukuran lebih akurat. Pengukuran detail dilakukan sesudah pengukuran kerangka dasar karena mempunyai orde ketelitian lebih rendah dibandingkan orde pengukuran kerangka dasar. Pengukuran detail ini bisa dilakukan dengan metode tachymetri.

Konsultan Pemetaan Malang – Pengukuran detail dengan metode tachymetri ditarik dari titik kerangka dasar atau dari titik-titik bantuan yang diikatkan pada titik kerangka dasar. Pengukuran ini relatif cepat dan mudah karena yang diperoleh dari lapangan adalah pembacaan rambu, sudut horizontal (azimuth magnetis), sudut vertikal (zenith atau inklinasi) dan tinggi alat. Hasil yang diperoleh dari pengukuran ini adalah posisi planimetris X, Y, dan ketinggian Z. Pengukuran titik-titik detail dengan metode tachymetri merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam praktek, terutama untuk pemetaan daerah yang luas dan untuk detail-detail yang bentuknya tidak beraturan.

Salah satu unsur penting pada peta topografi adalah unsur ketinggian yang biasanya disajikan dalam bentuk garis kontur. Selain diperoleh unsur jarak, pengukuran tachymetry  juga dapat memperoleh beda tinggi. Beda tinggi yang dihasilkan merupakan beda tinggi trigonometris. TA ( tinggi instrumen di atas datum) ditentukan dengan membidik pada stasiun yang diketahui elevasinya dan mengukur tinggi sumbu II di atasnya dengan rambu tachymetri. Selanjutnya elevasi titik lain dapat dicari dengan hitungan dari perpotongan rambu dan sudut vertikal.

Dalam melakukan pemetaan topografi dan tachymetri, diperlukan pengetahuna tentang alat-alat terbaru yang memiliki ketelitian yang tinggi. Pemilihan alat ini merupakan tugas dari seorang konsultan pemetaan. Alat yang baik beserta sumber daya yang mumpuni akan menghasilkan output yang baik pula. PT Global Eksplorasi Indonesia telah berpengalaman selama sembilan tahun dalam melakukan survei topografi. Kami melayani klien mulai dari perusahaan, perguruan tinggi, hingga pemerintahan seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Performa kami sebagai konsultan pemetaan telah terbukti dalam keterlibatan pembuatan Bandara Cakrabhuwana, Cirebon.

Kami menawarkan bisnis to bisnis (B2B) apabila ingin menggunakan jasa kami silahkan hubungi kami (WhatsApp 6282333305403 a.n Rizky Priambodo) . agar Tim Global Eksplorasi Indonesia dapat memberikan proposal penawaran kepada stakeholder yang bersangkutan sesuai kebutuhan.

Pengukuran Tanah Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *