Konsultan Pemetaan Riau

KOnsultan pemetaan di Riau, Jasa Pemetaan di Riau, Pemetaan di Riau, Teknik Geomatika Riau
Konsultan Pemetaan di Riau

Konsultan Pemetaan Riau – Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata Riau? Sebagian besar dari kalian pasti berpikir tentang seringnya terjadi kebakaran hutan. Yaa, Riau merupakan daerah yang memiliki banyak hotspot (titik api) yang dapat menyulut kebakaran hutan dan lahan.

Hotspot merupakan indikator kebakaran hutan yang mendeteksi suatu lokasi yang memiliki suhu relatif tinggi dibandingkan suhu disekitarnya. Suhu tinggi ini dapat disebabkan oleh cuaca hingga struktur batuan dan geologi.

Seperti di Konsultan pemetaan di Kalimantan

Identifikasi hotspot dilakukan untuk mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan masyarakat. Hotspot yang telah diketahui akan segera dipadamkan agar tidak terjadi kebakaran lebih lanjut.

Hotspot dapat ditentukan dari pengolahan citra satelit MODIS Aqua/Terra dengan metode pengolahan menggunakan indeks tertentu. Pengolahan citra satelit ini dapat dilakukan oleh Lembaga peneliti, pemerintah maupun pihak swasta seperti konsultan pemetaan.

Pengolahan citra satelit MODIS agar mendapatkan informasi tentang hotspot dapat dilakukan dengan koreksi geometrik dan radiometrik. Kemudian citra akan dipotong sesuai dengan area yang diinginkan.

Riau Butuh Ahli Untuk Menganalisis Titik Panas Kebakaran

Lalu mengubah nilai spektral menjadi brightness temperature yang kemudian akan dihitung menggunakan algoritma indeks tertentu sehingga diketahui suhu permukaannya. 

Hal ini dapat dilakukan oleh konsultan pemetaan yang ahli dalam pengolahan citra penginderaan jauh.

Riau terkenal dengan julukan “negeri di atas minyak dan di bawah minyak”.

Julukan ini diberikan kepada Riau karena Riau menjadi kontributor ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar bagi perekonomian Indonesia. Secara nasional, ekspor minyak kelapa sawit Riau berkontribusi hingga mencapai 40% dan menjadi yang paling dominan dibandingkan provinsi sentra sawit lainnya di Indonesia.

Tak heran hal ini terjadi karena luasan perkebunan kelapa sawit Riau mencapai 3.387.206 ha dengan total produksi CPO pada 2019 tercatat mencapai 9,2 juta ton.

Tidak hanya itu, kegiatan operasional dari hulu hingga hilir di Riau juga didukung oleh banyaknya perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar baik PBN (Perusahaan Besar Negara) maupun PBS (Perusahaan Besar Swasta) yakni sebanyak 196 perusahaan.

Dalam proses peningkatan produksi hasil kelapa sawit, tentu diperlukan sebuah proses yang sesuai. Peningkatan tingkat produksi dapat dilakukan dengan melakukan monitoring secara berkala guna melihat pertumbuhan dan perkembangan yang baik dari hutan kelapa sawit itu sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan menggunakan fotogrametri/drone dan LiDAR.

Sejauh ini penggunaan hasil dari teknologi fotogrametri dalam industri kelapa sawit adalah dalam analisis menghitung jumlah pokok pohon, kesehatan tanaman, blank spot (area tanam kosong), tinggi pohon dan kondisi topografis wilayah perkebunan.

Kegiatan ini dapat dilakukan oleh konsultan pemetaan yang berpengalaman seperti Global Eksplorasi Indonesia yang telah berkecimpung dalam dunia survey dan pemetaan selama sembilan tahun. Projek yang pernah dilakukan dapat dilihat di Portfolio.

Tim kami merupakan perkumpulan alumni dari ITS Surabaya. oleh karena itu tim kami merupakan orang yang ahli di bidangnya sehingga dalam melakukan pekerjaan akan didapatkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kami menawarkan bisnis to bisnis (B2B) apabila ingin menggunakan jasa kami silahkan hubungi kami (WhatsApp 6282333305403 a.n Rizky Priambodo) . agar Tim Global Eksplorasi Indonesia dapat memberikan proposal penawaran kepada stakeholder yang bersangkutan sesuai kebutuhan.

Konsultan Pemetaan Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *