Jambi Masih Memerlukan Konsultan Pemetaan

Jambi merupakan wilayah dataran rendah, perbukitan dan pegunungan. Jambi berada pada ketinggian antara 0 – 3.805 meter. Iklim Jambi termasuk tropis basah dengan curah hujan yang hampir merata setiap tahun beragam antara 2.000 – 3.000 milimeter. Suhu udara beragam antara 23° – 33° Celcius. Kondisi ini menyebabkan Jambi mempunyai beberapa kawasan yang rawan terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Bencana longsor dan banjir di Jambi menyebabkan puluhan rumah rusak dan jatuhnya korban jiwa. Pada dasarnya bencana terjadi karena adanya dampak yang terjadi. Jika hanya sebuah fenomena, maka hanya akan disebut bahaya. Longsor dan banjir yang terjadi di tanah kosong tidak akan menjadi perhatian. Namun longsor dan banjir yang terjadi di daerah padat penduduk akan menyebabkan kerugian serta korban jiwa. Oleh karena itu perlu adanya penataan wilayah yang tepat maupun upaya untuk mengurangi dampak jika memang daerah rawan bencana sudah menjadi daerah yang terbangun. Penaatan wilayah ini dapat dilakukan jika daerah sudah terpetakan dengan baik sehingga diketahui kondisi terbarunya. Pemetaan ini perlu dilakukan oleh konsultan pemetaan.

Lahan di Jambi sebagian besar telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, terutama untuk perkebunan karet, kelapa sawit, kelapa, dan coklat. Selain itu, Jambi memiliki sumber daya pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan yang potensial untuk dikembangkan. Lagi-lagi potensi ini harus dipetakan terlebih dahulu dimana lokasinya, berapa luasnya, mampu untuk mencukupi berapa lama, serta bagaimana pengelolaannya. Hal ini dilakukan agar perencanaan dapat dibuat dengan maksimal dan pengembangannya juga akan berjalan sesuai dengan rencana. Konsultan pemetaan sangat berperan dalam penentuan lokasi potensi dan monitoring. Contohnya dalam bidang perkebunan kelapa sawit. Konsultan pemetaan dapat menenetukan lahan mana yang berpotensi untuk ditanami kelapa sawit tanpa perlu membakar hutan untuk alih fungsi lahan. Selain itu dalam monitoringnya, konsultan pemetaan dapat melakukan perhitungan pohon kelapa sawit, umur pohon, dan kondisi Kesehatan pohon. Banyak metode yang bisa diterapkan. Contohnya adalah metode terestris, fotogrametri, dan LiDAR. Konsultan pemetaan mengetahui metode yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan budget yang dimiliki dan output yang diharapkan.

Itulah sekilas tentang kondisi di Jambi yang ditemui oleh tim Global Eksplorasi Indonesia. Tim kami terdiri dari orang-orang yang ahli dalam bidang survey dan pemetaan serta telah berpengalaman dalam waktu 9 tahun. Kami merupakan perkumpulan alumni dari Teknik Geomatika ITS Surabaya. Kami menggunakan peralatan yang terbaik sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Jambi Masih Memerlukan Konsultan Pemetaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *